Header Menu Detik Style

Inflasi Kabupaten Mojokerto Capai 0,46 Persen pada Oktober 2025

Caption : Inflasi 11 kabupaten/kota.

Mojokerto (Awalan.id) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto mencatat Kabupaten Mojokerto mengalami inflasi sebesar 0,46 persen pada Oktober 2025. Angka ini berada di atas rata-rata inflasi Provinsi Jawa Timur yang sebesar 0,30 persen dan nasional sebesar 0,28 persen.

Kepala Bappeda Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi, mengatakan bahwa kenaikan inflasi di bulan Oktober terutama disebabkan oleh meningkatnya harga beberapa komoditas pangan, seiring dengan fluktuasi pasokan di tingkat produsen. “Kita terus memantau pergerakan harga kebutuhan pokok di pasar,” ungkapnya, Kamis (6/11/2025).

Inflasi 0,46 persen tersebut menunjukkan adanya tekanan harga pada beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan telur ayam. Pemerintah daerah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Mojokerto terus melakukan langkah-langkah koordinatif untuk menjaga kestabilan harga.

Menurut Bambang, pihaknya bersama perangkat daerah terkait telah menyiapkan sejumlah strategi pengendalian inflasi, mulai dari penguatan distribusi logistik pangan, gelar pangan murah di wilayah padat penduduk, hingga pemanfaatan data Indeks Fluktuasi Harga (IFH) untuk mendeteksi potensi lonjakan harga lebih dini.

“Indeks Fluktuasi Harga menjadi alat penting dalam membaca dinamika harga di pasar. Dengan memantau 357 komoditas dari 11 kelompok pengeluaran, kita bisa mengetahui sektor mana yang paling berpengaruh terhadap inflasi daerah,” tambahnya.

Adapun kelompok komoditas yang diamati mencakup makanan, minuman, dan tembakau, perumahan dan bahan bakar rumah tangga, kesehatan, pendidikan, hingga jasa penyediaan makanan dan minuman. Dari kelompok tersebut, sektor makanan dan minuman masih menjadi penyumbang terbesar terhadap laju inflasi di Kabupaten Mojokerto. [Mia]

 

Tags :

Menarik Lainnya