Header Menu Detik Style

Industri Pengolahan Dominasi PDRB Mojokerto, Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi

Caption : Ilustrasi Industri Pengolahan.

MOJOKERTO (Awalan.id) – Sektor industri pengolahan masih menjadi tulang punggung perekonomian Kabupaten Mojokerto. Dari 17 lapangan usaha penyusun Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), industri pengolahan tercatat sebagai sektor dengan kontribusi terbesar dan berperan sebagai mesin penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny menjelaskan bahwa struktur perekonomian Kabupaten Mojokerto menunjukkan karakter wilayah industri yang telah berkembang relatif matang. Selama periode 2020–2024, rata-rata kontribusi sektor industri pengolahan terhadap PDRB Kabupaten Mojokerto mencapai 56,38 persen.

“Angka ini menunjukkan bahwa lebih dari separuh aktivitas ekonomi Kabupaten Mojokerto ditopang oleh sektor industri pengolahan. Hal ini mencerminkan kuatnya basis industri sebagai fondasi ekonomi daerah,” ujarnya, Senin (19/1/2026).

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto yang tercatat sebesar 5,29 persen juga tidak lepas dari peran dominan sektor industri pengolahan. Dari total pertumbuhan tersebut, sektor industri pengolahan memberikan andil terbesar yakni 3,36 persen. Selain itu, pertumbuhan juga didorong oleh sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 0,51 persen.

 

Serta sektor Informasi dan Komunikasi sebesar 0,47 persen. Meski industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar PDRB, BPS mencatat sektor dengan laju pertumbuhan tercepat justru berasal dari Transportasi dan Pergudangan. Menurut Dwi, kondisi ini mengindikasikan adanya potensi penguatan sektor logistik yang semakin penting dalam mendukung dinamika ekonomi daerah.

“Pertumbuhan pesat di sektor transportasi dan pergudangan menunjukkan bahwa aktivitas distribusi dan logistik semakin berkembang, seiring dengan kebutuhan industri dan perdagangan yang terus meningkat,” jelasnya.

Dengan dominasi struktural industri pengolahan serta momentum pertumbuhan di sektor logistik, Kabupaten Mojokerto dinilai memiliki kombinasi antara stabilitas ekonomi dan peluang ekspansi ke depan. Namun demikian, Dwi menekankan bahwa tantangan utama ke depan adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan.

“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi perlu diiringi dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, analisis ekonomi tidak hanya berhenti pada angka pertumbuhan, tetapi juga harus melihat dampak sosial dan pemerataan hasil pembangunan,” pungkasnya. [Mia]

Tags :

Menarik Lainnya