MOJOKERTO (Awalan.id) – Hari ke-12 Ramadan 1447 Hijriah, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto kembali menorehkan capaian spiritual dengan menuntaskan khatam Al-Qur’an untuk kedua kalinya. Khatam kedua ini menjadi penanda konsistensi para jurnalis di Mojokerto dalam menghidupkan malam-malam Ramadan melalui tadarus rutin.
Tadarus rutin digelar PWI Mojokerto setiap usai salat tarawih di Sekretariat PWI Mojokerto Jalan Pekayon 99 Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Kegiatan tersebut juga melibatkan kolaborasi bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), serta para alumni santri di wilayah Mojokerto.
Ketua PWI Mojokerto, Aminuddin Ilham menyampaikan rasa syukur atas capaian khatam kedua yang diraih di awal pertengahan Ramadan. “Alhamdulillah, di hari ke-12 puasa ini kami kembali diberi kemudahan untuk menyelesaikan khatam Al-Qur’an yang kedua. Ini bukan sekadar target menyelesaikan bacaan,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Tetapi, lanjut wartawan JTV ini, bagaimana anggota PWI Mojokerto menjaga istiqamah, memperkuat keimanan, dan menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri. Menurutnya, khatam kedua ini menjadi bukti bahwa kesibukan profesi sebagai jurnalis tidak menjadi penghalang untuk tetap menjaga rutinitas ibadah.
“Justru, melalui tadarus bersama, tumbuh semangat kebersamaan dan solidaritas yang semakin kuat di antara anggota. Melalui tadarus ini, kami ingin membangun kebersamaan dan mempererat ukhuwah antar anggota. Di tengah dinamika dan tuntutan pekerjaan, kami tetap berupaya meluangkan waktu untuk kegiatan yang bernilai ibadah,” tambahnya.

Ia berharap semoga membawa keberkahan bagi keluarga besar PWI Mojokerto. Amin (sapaan akrab, red) menegaskan, kegiatan tadarus tidak berhenti pada khatam kedua ini. PWI Mojokerto berkomitmen melanjutkan tadarus hingga menjelang akhir Ramadan, bahkan menargetkan khatam berikutnya sebelum bulan suci berakhir.
“Kami berkomitmen untuk terus menggelar tadarus hingga akhir bulan suci. Harapannya, semangat ini tetap terjaga dan bisa menjadi tradisi baik yang terus dilanjutkan di tahun-tahun mendatang,” tegasnya.
Selain tadarus, PWI Mojokerto juga mengisi Ramadan 1447 H dengan berbagai kegiatan sosial. Setiap pekan, sebanyak 100 paket takjil gratis dibagikan kepada masyarakat. Rencananya, juga akan digelar peringatan Nuzulul Qur’an dengan menghadirkan ulama Mojokerto, sekaligus memberikan santunan dan bingkisan kepada anak yatim-piatu.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat solidaritas internal organisasi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Mojokerto di bulan penuh berkah ini. [Mia]






