Header Menu Detik Style

Dua Laka Maut Beruntun di Mojokerto dengan Tiga Korban Tewas

Caption : Olah TKP di Jalan Raya Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

MOJOKERTO (Awalan.id) – Dua kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di wilayah Kabupaten Mojokerto dalam satu malam. Peristiwa yang terjadi di Kecamatan Trowulan dan Mojosari tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

Kecelakaan pertama terjadi di simpang empat Jalan Raya Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Insiden melibatkan sepeda motor Yamaha N-Max nopol W 4921 NCW yang dikendarai Imam Santoso (21) dengan membonceng Siti Katoyah (52), warga Krian, Sidoarjo.

Kasat Lantas Polres Mojokerto AKP Muhammad Yogie Pratama menjelaskan, kecelakaan bermula saat sepeda motor melaju dari arah barat ke timur. Sesampainya di simpang empat, lampu lalu lintas yang semula merah berubah menjadi hijau.

“Sepeda motor diduga bersenggolan dengan kendaraan roda empat yang berada di sebelah kanan. Akibatnya, penumpang terjatuh ke sisi kiri jalan,” ujarnya.

Pada saat bersamaan, melaju sebuah truk dari arah belakang yang langsung menabrak korban. Siti Katoyah meninggal dunia di lokasi kejadian dan selanjutnya dievakuasi ke RS Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Sementara pengendara motor hanya mengalami luka ringan.

Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas truk yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Selang beberapa jam kemudian, kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Raya Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 01.15 WIB.

Kali ini, kecelakaan tunggal melibatkan sepeda motor Kawasaki Ninja tanpa nomor polisi. Motor tersebut dikendarai Mokh. Suprapto (30) dengan membonceng Jaka Adi Purwanto (29), keduanya warga Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari.

Menurut Kasat, sepeda motor diduga melaju dengan kecepatan tinggi dari arah selatan ke utara. Pengendara kemudian kehilangan kendali sehingga kendaraan oleng ke kiri dan menabrak pohon di tepi jalan.

“Akibat benturan keras, pengendara dan penumpang terpental dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Keduanya telah dievakuasi ke RS Prof. Dr. Soekandar Mojosari,” jelasnya.

Polisi menyebut faktor kelalaian pengendara menjadi penyebab utama dalam dua kecelakaan tersebut. Pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama pada malam hingga dini hari yang rawan kecelakaan.

“Kami mengingatkan pengendara untuk selalu menjaga konsentrasi, mengontrol kecepatan, serta mematuhi aturan lalu lintas guna mencegah terjadinya kecelakaan fatal,” tegasnya. [Mia]

Tags :

Menarik Lainnya