Header Menu Detik Style

DLH Kabupaten Mojokerto Telusuri Asal Limbah Diduga B3 yang Ditemukan di Desa Bangun

Caption : Tumpukan limbah diduga B3 di lahan terbuka di Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (Awalan.id) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto tengah menelusuri asal belasan karung berisi limbah yang diduga sebagai Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang ditemukan di lahan terbuka di Desa Bangun, Kecamatan Pungging. Limbah yang berupa slag atau abu peleburan aluminium tersebut menimbulkan bau menyengat dan dikhawatirkan berdampak pada kesehatan warga sekitar.

Kepala DLH Kabupaten Mojokerto, Rachmat Suharyono mengatakan, penemuan limbah ini pertama kali diketahui warga pada Jumat (7/11/2025) pekan lalu. Bau menyengat yang muncul selama beberapa minggu terakhir akhirnya mengarah pada lokasi tumpukan limbah yang berada jauh dari pemukiman.

“Kami menurunkan tim pengawas lingkungan saat laporan diterima, Pemerintah Desa Bangun dan Satpol PP turut dilibatkan dalam pemeriksaan. Dari hasil pengecekan lapangan, terdapat sekitar 14 gundukan limbah yang sebagian besar masih berada dalam karung, namun kondisi karung sudah terbuka sehingga partikel limbah terpapar udara,” jelasnya, Selasa (11/11/2025).

Rachmat menerangkan bahwa abu peleburan aluminium termasuk kategori limbah berbahaya karena dapat menimbulkan gangguan pernapasan dan iritasi pada mata. Bau menyengat semakin kuat ketika limbah dalam kondisi basah, sementara jika mengering limbah dapat memadat menyerupai batu.

 

“Karakteristik ini sering disalahgunakan untuk bahan urugan padahal jelas berbahaya. Jika terhirup, dapat terasa menusuk hingga ke dada. Kami telah melakukan langkah penanganan awal dengan menutup limbah menggunakan terpal serta memasang garis Pengawasan Perlindungan Lingkungan Hidup (PPLH). Warga juga kami minta tidak mendekati area temuan,” katanya.

Selain itu, DLH Kabupaten Mojokerto juga melakukan koordinasi dengan DLH Provinsi Jawa Timur dan DLH Kabupaten Jombang. Rachmat menyebut, terdapat dugaan kuat limbah tersebut berasal dari luar wilayah Mojokerto yakni Kabupaten Jombang. Saat ini lokasi temuan limbah masih dalam proses pengawasan. Pemerintah meminta warga tetap waspada dan tidak melakukan kontak langsung dengan material tersebut.

“Dugaan sementara, limbah ini dibuang secara sembunyi-sembunyi dan kemungkinan berasal dari daerah Jombang. Kami sedang menelusuri sumbernya dan siapa pihak yang bertanggung jawab. Jika ditemukan pelakunya, sanksi tegas akan diberikan sesuai aturan lingkungan hidup yang berlaku,” tegasnya. [Mia]

Tags :

Menarik Lainnya