MOJOKERTO (Awalan.id) — Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramadhani turun langsung ke Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto untuk memastikan penyaluran bantuan pangan berjalan tepat sasaran. Kehadiran mantan perwira tinggi TNI itu sekaligus menandai berakhirnya distribusi bantuan beras dan minyak goreng bagi masyarakat Kota Mojokerto.
Ia menyebut, penyaluran kali ini menjadi momen penting karena merupakan tahap terakhir dari rangkaian distribusi bantuan pangan di wilayah tersebut. “Hari ini agak spesial karena menjadi penyaluran terakhir untuk masyarakat Kota Mojokerto. Sebagian besar sudah dibagikan sebelum Idul Fitri, dan hari ini kita pastikan semuanya tuntas,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).
Ia menegaskan, kunjungannya ke lokasi bukan sekadar seremoni, melainkan untuk mengecek langsung efektivitas program bantuan pangan yang digulirkan pemerintah. Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menyasar lebih dari 33 juta masyarakat di seluruh Indonesia.
“Tujuan kami datang ke sini adalah memastikan bantuan benar-benar sampai ke tangan penerima manfaat. Ini penting agar program pemerintah bisa dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. Di Kelurahan Gunung Gedangan ini, tercatat sebanyak 832 kepala keluarga (KK) menerima bantuan,” katanya.
Pada tahap akhir, sebanyak 252 KK menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Ia menekankan, bantuan pangan tidak hanya berfungsi sebagai jaring pengaman sosial, tetapi juga sebagai stimulus ekonomi di tengah dinamika global. Menurutnya, intervensi pemerintah melalui bantuan ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat.

“Khususnya kelompok ekonomi rentan. Bantuan ini bertujuan meringankan beban masyarakat yang ekonominya lemah, agar tetap bisa memenuhi kebutuhan dasar seperti keluarga lainnya. Sesuai arahan Presiden dan Komisi XI DPR RI, tidak ada kenaikan harga sembako maupun BBM. Kami ingin masyarakat merasa tenang, tidak ada kekhawatiran, dan tidak terjadi panic buying,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyampaikan apresiasi kepada Bulog atas percepatan penyaluran bantuan, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ia mengungkapkan, total penerima bantuan di Kota Mojokerto mencapai 14.507 KK. Sebagian besar bantuan telah disalurkan sebelum Lebaran guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan pangan masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada Bulog Mojokerto yang telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Mojokerto sehingga bantuan bisa disalurkan sebelum Lebaran. Ini sangat membantu masyarakat di Kota Mojokerto karena kebutuhan pangan biasanya meningkat menjelang Idul Fitri. Dan alhamdulillah, hari ini merupakan hari terakhir. Insyaallah seluruh 14.507 KK sudah menerima bantuan,” jelasnya.
Sementara itu, secara keseluruhan di Kota Mojokerto, bantuan pangan telah disalurkan kepada 14.507 KK. Program ini diharapkan tidak hanya membantu masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di daerah. Sementara di Kabupaten Mojokerto tercatat penerima manfaat ebanyak 156.513 KK. [Mia/Red]






