MOJOKERTO (Awalan.id) — Perum Bulog Cabang Mojokerto mulai menyalurkan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (BCP) kepada masyarakat Kota Mojokerto sebagai bagian dari program pemerintah pusat untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri. Penyaluran bantuan tersebut dimulai di Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.
Program ini merupakan penugasan dari pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional kepada Bulog untuk mendistribusikan bantuan pangan kepada masyarakat yang terdata sebagai penerima bantuan. Di Kota Mojokerto total penerima bantuan sebanyak 14.507 orang yang tersebar di tiga kecamatan, Kecamatan Kranggan sendiri tercatat sebanyak 3.577 keluarga penerima manfaat.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Mojokerto, Muhammad Husin menjelaskan bahwa pada tahap ini bantuan diberikan untuk dua bulan sekaligus, yakni alokasi Februari dan Maret 2026. “Bulog mendapat penugasan dari pemerintah pusat untuk menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat. Kali ini bantuan diberikan untuk dua bulan sekaligus agar lebih efektif dalam penyaluran,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).
Dalam program tersebut, setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Jumlah itu merupakan akumulasi dari bantuan bulanan, yakni 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Husin menambahkan, wilayah kerja Bulog Mojokerto mencakup Mojokerto Raya hingga Kabupaten Jombang.
“Penyaluran bantuan di Kota Mojokerto menjadi langkah awal sebelum distribusi dilanjutkan ke wilayah lain. Untuk Kota Mojokerto total penerima bantuan sebanyak 14.507 orang yang tersebar di tiga kecamatan. Tahap pertama dimulai dari Kecamatan Kranggan. Di Kecamatan Kranggan sendiri tercatat sebanyak 3.577 keluarga penerima manfaat,” katanya.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di setiap kelurahan guna menghindari penumpukan penerima bantuan. Selain menjalankan penugasan penyaluran bantuan pangan, Bulog Mojokerto juga memastikan ketersediaan stok bahan pangan pokok tetap aman selama Ramadan hingga menjelang Lebaran.
Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyampaikan bahwa penyaluran bantuan pangan tersebut merupakan program dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang pendistribusiannya melalui Bulog. “Hari ini merupakan hari pertama penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat Kota Mojokerto. Total penerima di seluruh Kota Mojokerto sebanyak 14.507 keluarga penerima manfaat,” tambahnya.
Masih kata Ning Ita, setiap keluarga penerima manfaat menerima bantuan dua bulan sekaligus berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Penyaluran dilakukan per kelurahan agar tidak terjadi penumpukan dan antrean panjang. Untuk tahap pertama, penyaluran difokuskan di Kecamatan Kranggan yang meliputi enam kelurahan dengan total 3.577 keluarga penerima manfaat.
“Sedangkan tahap berikutnya akan dilaksanakan di Kecamatan Prajurit Kulon dan Magersari setelah Hari Raya Idul Fitri. Melalui program ini, diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pangan menjelang Lebaran,” tegasnya.
Stok beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng MinyaKita dipastikan tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan penyaluran bantuan pangan ini, diharapkan masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok, sekaligus menjaga stabilitas pangan di wilayah Mojokerto menjelang Hari Raya Idul Fitri. [Mia]






