MOJOKERTO (Awalan.id) – Awal tahun 2026 menjadi momentum kebangkitan bagi pelaku UMKM di Kabupaten Mojokerto. Melalui Program BRI Peduli Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), bantuan alat produksi disalurkan kepada tiga kelompok usaha untuk mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing.
Penyerahan bantuan digelar di Balai Desa Ngareskidul, Kamis (12/2/2026) tersebut menyasar Kelompok Furniture Bambu, Kelompok Ekonomi Kreatif Cikal, serta Kelompok Maju Makmur. Bantuan berupa paket pembuatan furniture bambu lengkap dengan kompresor, bor, gergaji, dan peralatan penunjang lainnya.
Kepala Desa (Kades) Ngareskidul, Yasin Hidayat Kariyadi mengaku bantuan tersebut merupakan hasil perjuangan panjang yang akhirnya terwujud. “Kebutuhan ini sudah kami ajukan sejak beberapa tahun lalu. Alhamdulillah, hari ini benar-benar terealisasi. Terima kasih kepada Pak Banyu Biru yang memperjuangkan dan kepada BRI yang menyalurkan CSR ini,” ujarnya.
Pemimpin Cabang BRI Mojokerto, R. Bobby Meidika Putra menegaskan bahwa program TJSL merupakan komitmen BRI dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Bantuan tersebut mungkin terlihat sederhana, namun dampaknya bisa besar jika dimanfaatkan maksimal.

“Tanpa komunikasi dan sinergi dengan Pak Banyu Biru, penyaluran ini tidak akan secepat ini. Harapan kami, alat produksi ini benar-benar meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, anggota DPR RI Komisi VII, Banyu Biru Djarot menekankan bahwa bantuan yang diberikan bukan sekadar simbolis, melainkan instrumen produktif untuk menggerakkan ekonomi rakyat. Yang diberikan adalah alat produksi, bukan bantuan konsumtif.
“Tujuannya agar UMKM bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya. Komisi VII bekerja sama dengan Himbara, salah satunya BRI, karena BRI paling dekat dengan masyarakat. Para pelaku UMKM agar memanfaatkan akses pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR),” tuturnya.
Termasuk KUR di bawah Rp100 juta yang kini lebih mudah diakses. Jika unit usaha berkembang, naik kelas, dan profesional, lanjutnya, tentu akses permodalan lebih besar juga terbuka. Ia berharap ekonomi kerakyatan benar-benar bergerak dari desa.
Bantuan CSR pertama BRI di tahun 2026 ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi UMKM di Kabupaten Mojokerto untuk terus tumbuh dan berinovasi. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Unit BRI Kecamatan Gedeg. [Mia]






