Header Menu Detik Style

Pemkab Mojokerto Tegaskan Sinergi dengan Lapas, Kunci Stabilitas Daerah

Caption : Wabup Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian saat memberikan cinderamata kepada pejabat lama, Rudi Kristiawan.

MOJOKERTO (Awalan.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto sebagai bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban daerah.

Penegasan tersebut disampaikan dalam acara pisah sambut Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto yang digelar di Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Pemkab Mojokerto, Senin (4/5/2026), dengan dihadiri jajaran Forkopimda Mojokerto Raya, stakeholder, dan insan media.

Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan Lapas selama ini telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap kondisi keamanan di wilayah Mojokerto.

“Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan Lapas menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas serta mendukung kelancaran pembangunan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, saat ini terdapat 461 warga binaan asal Kabupaten Mojokerto yang menjalani proses hukum di Lapas Kelas IIB Mojokerto. Jumlah tersebut terdiri dari 246 narapidana dan 215 tahanan. Kondisi ini, menurutnya, membutuhkan perhatian dan kerja sama semua pihak.

“Dengan jumlah tersebut, tentu diperlukan koordinasi dan kolaborasi yang berkelanjutan agar keamanan dan ketertiban tetap terjaga,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan serah terima jabatan dari Rudi Kristiawan kepada Arifin Akhmad sebagai Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto yang baru. Pemkab Mojokerto turut menyampaikan apresiasi atas dedikasi Rudi selama menjabat.

Rudi dinilai berhasil menjaga kondisi Lapas Kelas IIB Mojokerto tetap aman dan kondusif, meskipun menghadapi tantangan over kapasitas penghuni yang cukup tinggi.

Sementara itu, Arifin Akhmad menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan sinergi yang telah terbangun. Ia menegaskan bahwa dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan dalam menjalankan tugas pemasyarakatan.

“Kami siap berkolaborasi dan membuka ruang komunikasi dengan seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan media, demi meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan di Lapas Mojokerto,” ungkapnya.

Acara pisah sambut ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan, sekaligus mempererat hubungan antarinstansi di Mojokerto Raya. Dengan sinergi yang terus terjaga, diharapkan pembangunan daerah dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. [Mia/Red]

Tags :

Menarik Lainnya