MOJOKERTO (Awalan.id) – Pemerintah resmi menggulirkan program bantuan pangan bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto sebagai langkah konkret menjaga ketahanan pangan dan menekan dampak kenaikan harga bahan pokok. Penyaluran perdana digelar di Balai Desa Ngastemi, Kecamatan Bangsal.
Program ini langsung menyasar 156.513 warga di Kabupaten Mojokerto yang masuk dalam kategori penerima bantuan. Mereka mendapatkan beras dan minyak goreng sebagai komoditas utama yang dinilai paling dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Penerima bantuan berasal dari kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah, yakni desil 1 hingga desil 5. Data tersebut bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional yang dikelola oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia dan telah melalui proses verifikasi berlapis mulai dari desa hingga pemerintah pusat.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Mojokerto, Muhammad Husin menjelaskan bahwa program bantuan pangan ini merupakan kebijakan pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan menjaga stabilitas pasokan sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional.
“Melalui penugasan dari Badan Pangan Nasional, Bulog hadir untuk memastikan bantuan pangan tersalurkan tepat sasaran dan tepat waktu, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Menurut Husin, bantuan pangan tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam merespons kenaikan harga beras dan minyak goreng yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan beban pengeluaran masyarakat, khususnya kelompok rentan, dapat berkurang.

Secara nasional, program ini menyasar 33.244.408 penerima. Setiap penerima mendapatkan alokasi 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Namun khusus untuk tahap awal penyaluran, bantuan diberikan sekaligus untuk dua bulan, yakni Februari dan Maret.
“Artinya, setiap penerima langsung memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng dalam satu kali penyaluran. Di Desa Ngastemi sebagai lokasi penyaluran perdana, tercatat sebanyak 514 warga menerima bantuan. Sementara di tingkat Kecamatan Bangsal, jumlah penerima mencapai 6.827 orang,” katanya.
Husin menegaskan, bantuan tersebut diharapkan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kebutuhan rumah tangga. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyalahgunakan bantuan dengan memperjualbelikannya. Pihaknya berharap bantuan tersebut dikonsumsi sendiri oleh penerima sehingga benar-benar membantu kebutuhan keluarga.
Sementara itu, Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra menilai program bantuan pangan tersebut memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama setelah momentum Lebaran yang biasanya diikuti dengan kenaikan harga sejumlah bahan pokok.
“Ini adalah bentuk intervensi pemerintah untuk menstabilkan harga beras dan minyak goreng, sekaligus menjaga daya beli masyarakat agar tetap terjaga. Kalau ada data yang tidak tepat atau ganda, silakan dilaporkan melalui desa atau Dinas Sosial agar bisa segera diperbaiki dan dialihkan kepada yang lebih berhak,” katanya.
Dengan dimulainya penyaluran bantuan pangan ini, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berharap stabilitas harga bahan pokok dapat terus terjaga di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis. Selain itu, bantuan ini diharapkan menjadi bantalan sosial yang efektif bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar.
Program ini juga menjadi bukti kehadiran negara dalam memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap pangan yang cukup, terutama bagi kelompok rentan. Gus Barra berharap bantuan tersebut benar-benar memberikan manfaat nyata dan bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. [Mia]






