MOJOKERTO (Awalan.id) – Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disebut-sebut akan berlaku mulai 1 April 2026 memicu kepanikan di kalangan masyarakat. Dampaknya, antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah SPBU, terutama pada jam sibuk sepulang kerja.
Di SPBU Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, antrean kendaraan bahkan mengular hingga, Selasa (31/3/2026) malam. Antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM di SPBU yang berada di jalur alternatif Surabaya – Jombang terjadi sejak Selasa sore.
Salah satu pengendara, Dipa Fahmi (27) mengaku ikut mengantre karena khawatir harga BBM benar-benar naik dalam waktu dekat. “Karena dengar kabar mau naik, saya langsung isi sekarang. Takut nanti malah lebih mahal. Harapannya sih harga tidak naik lagi, supaya masyarakat tidak terbebani,” katanya.
Sementara itu, Pengawas SPBU Penompo, Vivi Novita Sari (36) membenarkan, lonjakan jumlah pengendara terjadi sejak Selasa sore setelah isu kenaikan BBM beredar luas. “Antrean mulai terjadi sejak sore, terutama saat jam pulang kerja. Warga panik karena ada kabar BBM naik 10 persen,” ujarnya.

Untuk mengurai kepadatan, pihak SPBU menambah layanan dengan membuka dua pompa sekaligus dan menyiagakan dua operator. Meski terjadi lonjakan pembelian, stok BBM di SPBU tersebut dipastikan masih aman untuk beberapa hari ke depan. Namun, saat ini ketersediaan produk mengalami keterbatasan.
“Kami upayakan pelayanan maksimal agar antrean cepat terurai. Biasanya hanya satu pompa, tapi tadi kami buka dua. Untuk stok masih aman dua sampai tiga hari, tapi saat ini yang tersedia tinggal Pertalite dan Pertamax Turbo,” jelasnya.
SPBU tersebut menjual tiga produk BBM milik Pertamina, yakni Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo. Pihak SPBU pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Selain berpotensi menimbulkan antrean panjang, hal tersebut juga dapat mengganggu distribusi BBM bagi pengguna lainnya.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang belum jelas. Sampai sekarang belum ada informasi resmi terkait kenaikan harga BBM. Kami juga memasang pemberitahuan jika harga BBM belum ada kenaikan,” pungkasnya. [Red/ndut]






