Header Menu Detik Style

Prakiraan Cuaca Jawa Timur 28 Maret 2026 ; Didominasi Hujan Petir

Caption : Ilustrasi hujan petir.

JAWA TIMUR (Awalan.id) – Cuaca di wilayah Jawa Timur pada, Sabtu 28 Maret 2026 diprakirakan didominasi kondisi berawan dengan potensi hujan disertai petir di sejumlah daerah. Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.

Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, pada pagi hari cuaca diperkirakan cerah berawan namun berpeluang terjadi hujan petir. Memasuki siang hingga sore hari, kondisi berubah menjadi berawan tebal dengan potensi hujan petir yang lebih merata.

Sementara pada malam hari, cuaca masih didominasi berawan tebal dengan peluang hujan ringan. Adapun pada dini hari, kondisi kembali cerah berawan namun tetap berpotensi terjadi hujan ringan. Secara umum, suhu udara di Jawa Timur berada di kisaran 14 hingga 32 derajat Celsius.

Dengan kelembapan udara antara 64 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah utara dengan kecepatan 5 hingga 24 kilometer per jam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

“Dengan adanya potensi hujan petir terutama pada siang hingga sore hari, masyarakat perlu waspada terhadap risiko bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang,” ujar Agen Informasi Bencana BPBD Jawa Timur, Achmad Kurniawan.

Ia juga mengimbau warga yang beraktivitas di luar ruangan agar memperhatikan perkembangan cuaca terkini serta menghindari lokasi rawan bencana, seperti daerah aliran sungai dan lereng perbukitan saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

BPBD Jawa Timur juga meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik serta menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi kondisi darurat.

“Dengan kondisi cuaca yang dinamis ini, masyarakat diharapkan tetap waspada namun tidak panik, serta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait,” tegasnya. [Red]

Tags :

Menarik Lainnya