Header Menu Detik Style

Polda Jatim Larang Takbir Keliling, Masyarakat Diminta Takbir di Masjid atau Musala

Caption : Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Iwan Saktiadi.
SURABAYA (Awalan.id) — Polda Jawa Timur mengimbau masyarakat untuk tidak melaksanakan takbir keliling menggunakan kendaraan di jalan raya saat malam Idul Fitri. Imbauan tersebut disampaikan dalam Apel Gelar Siaga Malam Takbir 2026 yang digelar di Lapangan Mapolda Jatim, Kamis (19/3/2026).
Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, S.I.K., M.H., M.Si. menegaskan bahwa takbir keliling berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan keselamatan, terutama jika dilakukan menggunakan kendaraan terbuka. “Malam Idul Fitri identik dengan kegiatan takbir, namun kami mengimbau agar tidak dilaksanakan secara berkeliling, cukup di tempat masing-masing seperti di masjid atau musala,” ujarnya.
Menurutnya, aktivitas takbir keliling di jalan raya berisiko memicu kecelakaan lalu lintas serta gesekan antar kelompok masyarakat yang dapat berujung konflik. Karena itu, kepolisian meminta masyarakat merayakan malam takbir secara khidmat dan tertib di lingkungan masing-masing.
Sebagai langkah antisipasi, Polda Jatim telah menyiapkan pengamanan melalui pergelaran personel di berbagai titik strategis selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026. Sebanyak 168 pos pengamanan, 42 pos pelayanan, dan 24 pos terpadu dioperasionalkan untuk mengawal lonjakan aktivitas masyarakat menjelang Idul Fitri.
Di sisi lain, kepolisian juga mencatat adanya peningkatan arus kendaraan menuju Jawa Timur. Berdasarkan indikator dari sejumlah gerbang tol, volume kendaraan mengalami kenaikan sekitar 10 persen.
Meski terjadi peningkatan mobilitas, kondisi lalu lintas di wilayah Jawa Timur masih relatif terkendali. Kepadatan terpantau di beberapa titik dan rest area, namun belum menimbulkan kemacetan yang signifikan. [Red]
Tags :

Menarik Lainnya