Mojokerto (Awalan.id) – Arus lalu lintas selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di ruas Tol Jombang–Mojokerto mengalami peningkatan signifikan. ASTRA Infra mencatat lonjakan volume kendaraan sejak sepekan menjelang Natal hingga akhir tahun, dengan kenaikan tertinggi mencapai 95 persen dibandingkan lalu lintas harian normal.
Head of Operations Management, IT & EHS ASTRA Infra, Zanuar Firmanto, menyampaikan bahwa peningkatan arus kendaraan tersebut telah diantisipasi melalui kesiapan petugas, fasilitas, serta pengaturan lalu lintas selama 24 jam.
“ASTRA Infra berkomitmen menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan pengguna jalan tol selama periode Nataru, terutama saat terjadi lonjakan volume kendaraan,” ujar Zanuar, Jumst (2/1/2026).
Berdasarkan data ASTRA Infra, peningkatan arus kendaraan mulai terlihat sejak H-7 Natal atau 18 Desember 2025 dengan 31.515 kendaraan, naik 17 persen dari kondisi normal. Volume kendaraan terus meningkat pada H-6 Natal menjadi 37.602 kendaraan, dan melonjak pada H-5 Natal (20 Desember 2025) dengan 45.439 kendaraan atau naik 32 persen.
Puncak arus terjadi pada Hari Raya Natal, 25 Desember 2025, dengan 52.435 kendaraan melintas di ruas Tol Jombang–Mojokerto. Angka ini meningkat 95 persen dari lalu lintas harian normal dan naik 4,4 persen dibandingkan Hari Natal tahun sebelumnya.

Lonjakan kembali terjadi pada H+3 Natal atau 28 Desember 2025 dengan 57.816 kendaraan, sebelum volume kendaraan berangsur menurun menjelang akhir tahun. Pada H+6 Natal atau 31 Desember 2025, tercatat 35.703 kendaraan melintas, atau naik 38,6 persen dari kondisi normal.
Secara total, pada H+6 Natal, ASTRA Infra mencatat 250.327 kendaraan melintasi ruas Tol Tangerang–Merak, Cikopo–Palimanan, dan Jombang–Mojokerto. Di tengah tingginya arus kendaraan, ASTRA Infra juga menyiapkan strategi untuk menjaga kenyamanan pengguna jalan, salah satunya dengan mengoptimalkan fungsi rest area dan tempat istirahat alternatif.
“Apabila rest area di dalam jalan tol penuh, pengguna dapat keluar melalui gerbang tol terdekat untuk beristirahat, kemudian masuk kembali tanpa dikenakan tarif tambahan karena sistem transaksi yang kami terapkan bersifat tertutup,” jelas Zanuar.
Selain itu, ASTRA Infra mengimbau pengguna jalan agar selalu merencanakan perjalanan dengan baik, menghindari puncak arus, serta mengikuti informasi terkini terkait rekayasa lalu lintas.
“Kami mengingatkan pengendara untuk beristirahat setelah maksimal empat jam berkendara dan tidak berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat, karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” pungkasnya.
ASTRA Infra berharap dengan kesiapan infrastruktur dan kedisiplinan pengguna jalan, arus Nataru 2025/2026 dapat berjalan aman dan lancar hingga seluruh pengguna jalan kembali ke daerah asal masing-masing. [Mia]






