Mojokerto (Awalan.id) – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPD AMPI) Kabupaten Mojokerto, Yachya Sulthoni menyampaikan kekecewaannya terkait tidak adanya alokasi anggaran bagi Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dalam pembahasan anggaran daerah tahun berjalan.
Menurut Yachya, peran OKP sangat strategis dalam mendukung pembangunan daerah, mulai dari sektor sosial, kepemudaan, pendidikan karakter, hingga penguatan partisipasi publik. Namun absennya dukungan anggaran khusus membuat ruang gerak organisasi kepemudaan kian terbatas.
“Kami sangat menyayangkan tidak adanya perhatian anggaran bagi OKP. Padahal OKP berperan aktif menjalankan program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terlebih dalam mendukung agenda pemerintah daerah,” ungkapnya, Rabu (10/12/2025).

Ia menambahkan, selama ini OKP di Kabupaten Mojokerto tidak hanya menjadi wadah kaderisasi, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam berbagai kegiatan sosial. Mulai dari penanggulangan bencana, pemberdayaan pemuda, hingga edukasi masyarakat.
Yachya berharap pemerintah daerah dapat melakukan evaluasi serta membuka ruang dialog terbuka dengan OKP untuk membahas kebutuhan dan urgensi dukungan anggaran demi keberlanjutan program kepemudaan ke depan.
“Kami meminta pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan gerakan kepemudaan. Dukungan anggaran bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari komitmen membangun SDM pemuda di Kabupaten Mojokerto,” ujarnya.
DPD AMPI Kabupaten Mojokerto bersama sejumlah OKP lainnya berencana mengajukan audiensi resmi guna memperjuangkan adanya alokasi anggaran yang layak, sehingga organisasi kepemudaan dapat terus berkontribusi optimal bagi masyarakat. [Mia]






