Mojokerto (Awalan.id) – Warga Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto digegerkan aksi pencurian ribuan telur bebek di sebuah rumah usaha setempat. Para pelaku yang datang menggunakan mobil itu terekam jelas kamera CCTV saat mengambil 2.400 butir telur bebek.
Peristiwa tersebut diketahui pertama kali oleh Sugeng Sumiharji (60), mertua pemilik usaha telur. Ia menemukan kejanggalan sesaat setelah salat subuh, Jumat (28/11/2025) sekitar pukul 03.20 WIB. “Saya keluar untuk mematikan lampu, terus melihat ada telur jatuh,” katanya, Selasa (2/12/2025).
Ia pun mengecek rekaman CCTV, ternyata ada kejadian pencurian. Ia kemudian menyampaikan kepada sang putra yang memiliki usaha telur tersebut dan benar kedua pelaku bukan pelanggan telur bebek milik putranya. Dalam rekaman CCTV, terlihat sebuah mobil berhenti di depan rumah.

Dua orang turun dan berjalan menuju tumpukan telur yang biasa diletakkan di luar rumah. Pada upaya pertama, mereka sempat lari karena mendengar suara dari dalam rumah. Namun, bukannya pergi, para pelaku kembali dan berhasil mengangkut delapan tumpuk telur bebek.
“Saya langsung bilang ke anak saya, bukan pelanggan itu, berarti pencuri. Total kerugian sekitar 2.400 butir atau kurang lebih Rp3 juta,” imbuhnya.
Adik pemilik usaha, Putra menambahkan bahwa telur yang dicuri sebenarnya bukan telur konsumsi. Telur-telur tersebut merupakan hasil open atau telur yang gagal fertilisasi saat proses penetasan. “Terlur itu tidak bisa bertahan lama. Paling beberapa hari sudah busuk,” jelasnya.
Meski demikian, para pelaku tetap nekat mengambil seluruh tumpukan telur tersebut. Diduga kuat mereka tidak mengetahui jenis dan kualitas telur yang dicuri. Kasus ini kini sedang ditelusuri pihak kepolisian meski pihak korban tidak melaporkan aksi pencurian tersebut. Rekaman CCTV telah diserahkan untuk membantu proses identifikasi pelaku. [Mia]






