Header Menu Detik Style

Lapas Mojokerto Buka Pelatihan Las & Konstruksi Berstandar Internasional, Gandeng Dua Mitra Global

Caption : Kalapas Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan membuka Program Pelatihan Las dan Konstruksi Dak.

Mojokerto (Awalan.id) – Upaya modernisasi pembinaan kembali ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto. Lapas resmi membuka Program Pelatihan Las dan Konstruksi Dak yang digelar melalui kerja sama dengan dua lembaga internasional, Second Chance Foundation dan Raphael Rowe Foundation.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis menghadirkan pembinaan berbasis kompetensi yang setara dengan kebutuhan industri. Harapannya, warga binaan dapat memiliki peluang kerja yang lebih besar setelah bebas dan siap menjalani kehidupan baru yang lebih produktif.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk keseriusan jajarannya dalam menyiapkan masa depan warga binaan. “Momentum ini menegaskan bahwa pembinaan bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan sebuah proses pemulihan dan pembangunan kembali kehidupan,” ujarnya.

Rudi juga mengapresiasi dukungan dua lembaga mitra internasional yang tak hanya memberikan materi pelatihan, tetapi juga memastikan adanya sertifikasi sesuai kebutuhan pasar kerja. Dengan sistem pembinaan yang semakin profesional, pihaknya berharap program Las & Konstruksi Dak ini berdampak lebih luas.

“Tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis warga binaan, tetapi juga memberi dampak sosial yang lebih besar, membuka kesempatan kerja, menekan angka residivis, dan menghadirkan masa depan yang lebih mandiri bagi para peserta,” lanjutnya.

Founder Second Chance Foundation sekaligus Raphael Rowe Foundation, Evy Amir Syamsudin menegaskan bahwa setiap warga binaan berhak mendapatkan kesempatan kedua. “Keterampilan seperti las dan konstruksi menjadi salah satu jalan paling realistis untuk mengurangi stigma dan memperluas peluang kerja,” ujarnya.

Evy menambahkan, pelatihan ini penting untuk membantu peserta mengembalikan kepercayaan diri setelah bebas nanti. Dukungan juga datang dari Kanwil Ditjen Pas Jawa Timur. Kabid Pembinaan, Alzuarman, menyebut sinergi antara pemerintah dan lembaga mitra internasional seperti ini merupakan model pembinaan masa depan.

Menurutnya, pola kolaboratif tersebut membuka jalan bagi pembinaan yang lebih terarah dan inovatif. Pembukaan program berlangsung meriah. Warga binaan perempuan Blok W tampil membawakan tarian sebagai bentuk ekspresi dan penghargaan atas dimulainya program baru tersebut.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan helm dan rompi pelatihan kepada peserta sebagai tanda dimulainya pelatihan secara resmi. Lagu ‘Bagimu Negeri’ turut dikumandangkan sebagai simbol tekad warga binaan untuk terus berkontribusi bagi bangsa. Evy Amir Syamsudin kemudian diajak meninjau sejumlah area pembinaan.

Mulai dari dapur, Blok W, bimbingan kerja, hingga Sentra Agribisnis dan Edukasi (SAE) budidaya lele. Kunjungan tersebut memperlihatkan beragam aktivitas pembinaan yang telah berjalan dan memperkuat optimisme bahwa warga binaan memiliki potensi besar untuk berkembang. [Mia]

Tags :

Menarik Lainnya