Mojokerto (Awalan.id) – Sebanyak 247 siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri T.A. 2025 dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim memulai kegiatan Outbound Penutupan Tahap Dasar Bhayangkara (Tupdasbhara). Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Bernah De Vallei, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Outbound Tupdasbhara ini menjadi ujian puncak ketahanan fisik dan mental para calon bhayangkara. Outbound Tupdasbhara merupakan bagian penting dari fase Dasar Bhayangkara, yang bertujuan mengukur capaian pembentukan mental, kepribadian, serta kekuatan fisik siswa.
Kegiatan ini juga menjadi simulasi nyata tantangan di lapangan, dimana setiap individu dituntut mampu mengendalikan diri dalam berbagai situasi dan kondisi. Rangkaian acara diawali sejak dini hari, dimulai dengan persiapan perorangan setelah ibadah Subuh. Apel pembukaan dipimpin oleh Wakil Kepala SPN Polda Jatim, AKBP Dody Indra Eka Putra.
AKBP Dody secara simbolis menyematkan tanda latihan kepada perwakilan siswa sebelum melepas peserta menuju medan latihan. Perjalanan darat sepanjang 26 kilometer dari markas SPN Polda Jatim menuju Bernah De Vallei menjadi tantangan pertama.

Rute tersebut dilengkapi beberapa pos pemberhentian strategis untuk menjaga stamina para siswa. Setibanya di lokasi pada sore hari, para siswa langsung ditugaskan mendirikan bivak regu, menata perlengkapan, serta melakukan kurve kebersihan lingkungan.
Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol. Agus Wibowo menegaskan bahwa outbound tersebut bukan sekadar kegiatan fisik, melainkan sarana pembentukan karakter bhayangkara sejati. Outbound Tupdasbhara adalah puncak dari pembentukan dasar yang telah mereka jalani.
“Perjalanan ini menjadi laboratorium lapangan untuk menguji mentalitas, soliditas tim, serta kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan. Kelak di masyarakat, mereka akan menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks. Latihan ini adalah pondasinya,” ungkapnya.
Kegiatan ini mengadopsi metode Learning by Doing (belajar sambil mengerjakan) dan Experiential Learning (belajar dari pengalaman). Dengan pola tersebut, diharapkan lahir sosok Bintara Polri yang profesional, berintegritas, serta memiliki fisik dan mental yang tangguh untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. [Mia]






