Polresta Malang Lantik 57 Da’i Kamtibmas, Sasar Penguatan Keamanan di 57 Kelurahan
MALANG (Awalan.id) – Polresta Malang Kota Polda Jatim melantik 57 Da’i Kamtibmas yang berasal dari 57 kelurahan di Kota Malang. Para tokoh agama ini dilibatkan sebagai mitra strategis kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) melalui pendekatan keagamaan.
Pelantikan dipimpin Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo P.S., didampingi Wakapolresta AKBP Alex Sandy Siregar, di Mapolresta Malang Kota. Pengukuhan dilakukan secara simbolis melalui pemakaian jas seragam berwarna cokelat kepada Ketua Da’i Kamtibmas, Mochamad Soleha, dan Wakil Ketua, Winardi.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo P.S. mengatakan, pembentukan Da’i Kamtibmas merupakan bagian dari program Polri Bersama Masyarakat. Program ini bertujuan memperkuat pemeliharaan keamanan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama.
Menurutnya, para da’i memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan kedamaian, memperkuat persaudaraan, meningkatkan kesadaran hukum, serta mengajak masyarakat berperan aktif menjaga situasi keamanan di lingkungannya.
“Da’i Kamtibmas merupakan mitra Polri dalam membangun keamanan melalui pendekatan agama. Para dai bisa menyampaikan pesan-pesan kedamaian, memperkuat persaudaraan, meningkatkan kesadaran hukum, serta mengajak masyarakat berperan aktif menjaga Kamtibmas,” jelasnya.

Keberadaan 57 Da’i Kamtibmas tersebut juga diharapkan mampu membantu mendeteksi sejak dini potensi persoalan sosial, mencegah perselisihan, hingga mengantisipasi pengaruh negatif yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.
Selain itu, para da’i diharapkan menjadi penggerak kerukunan antarumat beragama dengan mengedepankan nilai toleransi, persatuan, dan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan. Untuk memastikan program berjalan berkelanjutan, Polresta Malang Kota akan menggelar pertemuan rutin setiap tiga bulan sekali.
Agenda tersebut menjadi sarana evaluasi kegiatan, penyampaian masukan, sekaligus memperkuat komunikasi dan koordinasi antara kepolisian dengan para da’i. Kapolres berharap para Da’i Kamtibmas mampu menjadi penengah ketika muncul persoalan di tengah masyarakat. Mereka juga diharapkan bijak dalam memberikan solusi serta mampu merangkul warga dari berbagai latar belakang guna mencegah konflik sosial, mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas.
“Para da’i diharapkan bisa menjadi penengah, memberikan solusi secara bijak, serta mendekati masyarakat untuk mencegah konflik sosial dan merukunkan warga dari berbagai latar belakang,” pungkasnya. [Al/Red]
