Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem, Kapolres Ponorogo Minta Personel dan Peralatan Siaga
PONOROGO (Awalan.id) – Kapolres Ponorogo, AKBP Damus Asa menegaskan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi tidak boleh sebatas kegiatan seremonial. Seluruh personel dan instansi terkait harus benar-benar siap, mulai dari kekuatan personel, peralatan hingga koordinasi penanganan di lapangan.
Penegasan tersebut disampaikan AKBP Damus Asa saat memimpin Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Tahun 2026 di halaman Mapolres Ponorogo. Apel tersebut dihadiri Plt Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita, Dandim 0802 Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra, perwakilan BPBD Kabupaten Ponorogo, serta sejumlah instansi terkait.
Kapolres Ponorogo, AKBP Asa mengatakan, potensi bencana akibat cuaca ekstrem harus diantisipasi dengan kesiapan seluruh unsur. Terlebih, Kabupaten Ponorogo memiliki sejumlah wilayah rawan banjir, tanah longsor, angin kencang, dan dampak cuaca ekstrem lainnya.
“Kita tidak boleh lengah menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Seluruh personel dan instansi terkait harus benar-benar siap, baik dari sisi kekuatan personel, kesiapan peralatan, maupun pola koordinasi di lapangan,” tegasnya.

Menurutnya, kecepatan dan ketepatan dalam bertindak menjadi hal penting ketika bencana terjadi. Seluruh unsur harus mampu bergerak cepat untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat.
“Prioritas kita adalah keselamatan masyarakat,” tandasnya.
Kapolres juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektoral antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan BPBD. Sinergi tersebut diperlukan sejak tahap mitigasi, persiapan evakuasi, penanganan darurat hingga pemenuhan kebutuhan warga terdampak bencana.
Dalam apel tersebut, dilakukan penyerahan peralatan tanggap bencana secara simbolis sebagai bentuk dukungan terhadap kesiapan operasional personel. Usai apel, jajaran Forkopimda Ponorogo juga memeriksa kesiapan pasukan serta kelayakan sarana dan prasarana pendukung.
Pemeriksaan meliputi armada dan berbagai peralatan penyelamatan untuk memastikan seluruhnya siap digunakan sewaktu-waktu saat kondisi darurat. Melalui kegiatan tersebut, seluruh unsur penanggulangan bencana di Ponorogo memperkuat komitmen untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi, dengan kecepatan penanganan dan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama. [Al/Red]
