DLH Mojokerto Pasang 30 Dropbox Sampah Plastik
MOJOKERTO (Awalan.id) – Upaya mengurangi sampah plastik terus dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto. Sebanyak 30 unit dropbox khusus sampah plastik disiapkan dan ditempatkan di sejumlah ruang publik, mulai kawasan perkantoran hingga jalur pedestrian.
Kepala DLH Kabupaten Mojokerto, Rachmat Suharyono mengatakan, penyediaan dropbox tersebut merupakan langkah untuk menekan timbulan sampah anorganik, terutama sampah berbahan plastik yang berasal dari aktivitas masyarakat.
“Jadi dropbox ini khusus untuk sampah bekas botol air minum plastik. Puluhan dropbox telah disebar di berbagai lokasi strategis yang banyak menjadi pusat aktivitas warga,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).
Beberapa titik penempatan berada di kompleks kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga kantor Kepala Desa (Kades). Selain itu, DLH juga memprioritaskan pemasangan di fasilitas pelayanan publik seperti Mal Pelayanan Publik (MPP) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Fasilitas publik lainnya seperti kawasan GOR dan Stadion Gajah Mada, Ruang Terbuka Hijau (RTH), serta jalur pedestrian juga menjadi lokasi penempatan. Sampah plastik yang terkumpul melalui dropbox tidak akan langsung dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Karangdiyeng di Kecamatan Kutorejo.
“Utamanya yang terdapat pelayanan publik seperti MPP (mal pelayanan publik) dan RSUD. Totalnya ada 30 unit dropbox. Sampah tersebut akan dikelola melalui bank sampah untuk dilakukan pemilahan dan proses daur ulang,” katanya.
Dengan sistem tersebut, sampah plastik sudah terpilah sejak dari sumbernya sehingga memudahkan proses pengelolaan dan meningkatkan nilai manfaat. Sehingga sampah tanpa perlu diseleksi lagi, karena pemilahan sudah langsung dari sumbernya.
Rachmat berharap keberadaan dropbox tidak hanya mampu mengurangi volume sampah plastik yang masuk ke TPA, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat karena sampah yang terkumpul dapat dimanfaatkan kembali.
DLH Kabupaten Mojokerto juga berencana memperluas pemasangan dropbox di sejumlah fasilitas umum lainnya. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membuang dan memilah sampah sejak dari sumbernya. [Mia/Red]
Berita Terkait

