BPBD Jatim Imbau Warga Jaga Kesehatan Saat Suhu Dingin Mulai Melanda Mojokerto
MOJOKERTO (Awalan.id) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penurunan suhu udara yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Mojokerto, dalam beberapa hari terakhir. Meski kondisi tersebut masih tergolong normal sebagai dampak musim kemarau, warga diminta menjaga kesehatan agar tidak mudah terserang penyakit.
Agen Informasi Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Achmad Kurniawan mengatakan, suhu udara yang lebih dingin merupakan fenomena yang biasa terjadi ketika Jawa Timur memasuki puncak musim kemarau. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung pada periode Juli hingga September.
“Fenomena ini merupakan kondisi yang normal sebagai tanda Jawa Timur memasuki puncak musim kemarau. Namun, saat ini belum masuk kategori bediding,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Ia menjelaskan, suhu udara di Jawa Timur saat ini masih berkisar 22 hingga 27 derajat Celsius. Sementara fenomena bediding umumnya ditandai dengan suhu yang turun hingga kisaran 10 sampai 18 derajat Celsius. Menurut Achmad, udara dingin dipengaruhi oleh Angin Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan dingin ke wilayah Indonesia.
Kondisi langit yang cerah dengan minim tutupan awan juga membuat panas dari permukaan bumi lebih cepat terlepas pada malam hari sehingga suhu udara terasa lebih rendah. Selain itu, kelembapan udara yang rendah mempercepat proses pendinginan, terutama menjelang pagi.

Seiring dengan kondisi tersebut, BPBD Jawa Timur meminta masyarakat menjaga daya tahan tubuh dengan mengenakan pakaian hangat saat beraktivitas pada malam dan pagi hari. Warga juga dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air hangat, serta membatasi konsumsi kafein agar tubuh tidak mudah mengalami dehidrasi.
Selain berdampak pada kesehatan, udara kering selama musim kemarau juga berpotensi menyebabkan kulit menjadi kering. Karena itu, masyarakat disarankan menggunakan pelembap secara rutin untuk menjaga kesehatan kulit. Bagi peternak dan petani, BPBD mengingatkan agar melakukan langkah antisipasi.
Yakni dengan menutup kandang ternak agar tetap hangat serta memberikan pelindung pada tanaman yang rentan terhadap suhu dingin. Berdasarkan prakiraan Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, cuaca di Jawa Timur pada, Kamis (2/7/2026) didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan dengan potensi hujan ringan di sejumlah daerah.
Suhu udara diperkirakan berkisar antara 9 hingga 35 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 42 hingga 100 persen. Wawan (sapaan akrab, red) mengimbau masyarakat terus mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan cuaca selama musim kemarau.
“Kami mengimbau masyarakat agar terus memantau informasi prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG secara berkala sehingga dapat mengantisipasi perubahan cuaca maupun penurunan suhu yang terjadi selama musim kemarau,” pungkasnya. [Mia/Red]
Berita Terkait


